Cara Menumbuhkan Kepedulian atas sesama

Pernahkah anda merasa tidak diperdulikan? Pernahkah anda merasa dilecehkan? Pernahkah anda merasa ditinggalkan atau dihindari? Kepedulian merupakan prilaku yang sangat diharapkan oleh semua orang. Tidak ada seorang pun didunia ini yang merasa tidak memiliki kepedulian terhadap sesama. Apakah benar kita termasuk orang peduli terhadap sesama?


Pemahaman tentang kepedulian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, menyatakan bahwa kepedulian adalah indah, memperhatikan, menghiraukan, mencampuri perkara orang dan sebagainya. Kepedulian berasal dari kata peduli yang kemudian di beri awalan dan akhiran ke-an. Peduli menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah mengindahkan, memperhatikan, menghiraukan, sedangkan kepedulian adalah perihal sangat peduli, sikap mengindahkan, sikap memperhatikan.



Asumsi bahwa ada orang yang tidak memiliki sikap peduli merupakan anggapan yang salah dalam menilai sikap seseorang. Dasar penilaian yang salah ini akibat dari terlalu subyektifnya kita menilai orang lain, kita terlalu mendasarkan penilaian dari sikap kita terhadap orang lain padahal orang lain juga memiliki standar khusus penilaian kepedulian atas pribadi yang lain pula. Proses penilaian yang salah ini telah menciptakan ukuran standar penilaian kepedulian yang berlaku secara sosial. Sehingga memunculkan pernyataan-pernyataan yang mendikte bahwa ada yang peduli dan ada yang tidak peduli.

Terciptanya pemahaman peduli dan tidak peduli terhadap sikap seseorang mengakibatkan sulitnya membentuk watak dan sikap peduli pada diri kita. Ketika kita menyatakan orang lain tidak peduli sebenarnya kita yang tidak peduli karena kepedulian tidak harus menunggu orang lain yang melakukannya.

Kepedulian terhadap diri kita merupakan akibat dari kepedulian kita kepada orang lain, didalam konsep hidup hal ini dikenal dengan proses sebab akibat. Semua akibat yang timbul dan mempengaruhi kehidupan kita selalu bersumber dari sebab-sebab yang kita perbuat. Fenomena ini tidak bisa kita hindari karena ini adalah bagian dari konsep hidup yang merupakan sikap hakiki manusia.

Sehubungan dengan judul postingan kita kali ini, untuk menumbuhkan sikap peduli maka hal pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana kita bisa menaklukkan diri kita sendiri. Orang yang tidak bisa menaklukkan dirinya dapat terjebak kedalam sebuah impian yang tidak tampak oleh pergerakan kehidupan itu sendiri. Pergerakan kehidupan ini lebih dikenal dengan sesuatu yang tidak ada dan sesuatu yang ada. Sesuatu yang tidak ada adalah milik mereka yang tidak mampu menguasai dirinya sehingga prilaku dan sikapnya keluar dari norma kehidupan sosial masyarakat, sedangkan sesuatu yang ada adalah mereka yang mampu mengendalikan diri sendiri.

Olehnya itu jadikanlah diri kita menjadi sesuatu yang ada agar dapat tumbuh sikap peduli atas sesama. Karena hanya dengan demikian sikap peduli bisa tumbuh, tanpa menjadikan diri kita sesuatu yang ada maka orang lain tidak akan dapat melihat kita sebagai individu sehingga tingkat kepedulian atas diri kita akan berkurang bahkan hilang. Tetapi jika kita mampu menjadikan diri kita menjadi sesuatu yang ada, orang akan bisa melihat kita dan kepedulian yang kita harapkanpun dapat kita rasakan, nikmati dan dapat menjadi selimut dalam pergaulan secara umum.

Berikut ilustrasi tentang sesuatu yang ada dan sesuatu yang tidak ada dalam pergaulan sehari-hari.
" Anda datang di pesta kami maka kami akan mencatat kehadiran anda, Berapapun nilai uang dalam amplop anda akan kami catat pula, Siapa saja yang datang bersama anda kami akan catat juga karena ketika anda mengadakan pesta maka kewajiban kami untuk menghadirinya sesuai dengan apa yang anda berikan kepada kami saat kami mengadakan pesta artinya hari ini kami sudah berutang budi kepada anda dan kami akan membayarnya saat anda mengadakan pesta pula nantinya"

Pernyataan diatas adalah kenyataan yang selalu terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, kenyataan ini adalah merupakan bagian dari penilaian atas diri kita ke sesuatu yang ada atau sesuatu yang tidak ada. Pernyataan di atas juga menjelaskan tentang proses sebab akibat dalam konsep hidup, intinya sebesar apapun yang anda berikan sebesar itu juga yang akan anda dapatkan dan itulah konsep hidup yang harus diikuti dan dilakukan, tanpa mengikuti konsep tersebut anda akan menjadi sesuatu yang tidak ada, maka orang lain tidak akan melihat anda menjadi sesuatu yang ada.


ARTIKEL TERKAIT: